manfaat dan cara mencukur rambut kemaluan

Ada seorang pasien pria bertanya: Dok saya pria berumur 30 tahun, ada yang mau saya tanyakan. Apakah mencukur rambut kemaluan ada efek negatifnya? Soalnya tiap 2 minggu sekali bulu dikemaluan saya cukur. Atas jawabanya saya ucapkan terimakasih.

Jawaban dari dokter: Bapak/Saudara yang terhormat. Tidak ada masalah dengan mencukur rambut/rambut kemaluan atau tidak. Yang perlu diperhatikan adalah agar menjaga rambut kemaluan tetap bersih baik itu untuk wanita maupun pria. Daerah kemaluan yang berambut atau berbulu dan tidak dicukur memang rentan untuk menjadi tempat pertumbuhan bakteri. Namun, jika dijaga kebersihannya, baik dicukur maupun tidak maka daerah kemaluan akan tetap sehat.

Sebenarnya, rambut kemaluan sendiri memiliki fungsi untuk menjaga agar daerah kemaluan terlindungan dari gesekan-gesekan yang dapat membuat iritasi kulit serta menjaga agar daerah kemaluan dalam kelembaban yang cukup. Untuk itu, jika tidak dicukur pun tidak masalah karena rambut/rambut kemaluan memang memiliki fungsi perlindungan.

Jika ingin mencukurnya, sangat penting untuk memperhatikan cara mencukur dengan baik hingga tidak melukai daerah kemaluan. Gunakanlah alat cukur yang bersih dan mencukur sesuai dengan arah pertumbuhan rambut ke arah bawah.

Tidak sedikit yang memilih untuk mencukur rambut kemaluan dengan beragam alasan tertentu. Apapun demikian, ada beberapa hal penting mengenai kesehatan Anda yang perlu diperhatikan. Karena bagaimana pun kehadiran rambut kemaluan di tubuh bukan berarti sebetulnya tidak memiliki fungsi.

Karena ketahuilah, kehadiran rambut kemaluan di tubuh diyakini memiliki fungsi sebagai pelindung alat kelamin kita. Dimana dengan kehadiran rambut kemaluan, iritasi akibat gesekan lebih dapat terhindarkan. Lalu bagaimana dengan menghilangkan rambut kemaluan brazilian waxing? Apakah berbahaya?

Tidak dapat dihindari, menghilangkan bulu di area kemaluan dengan cara waxing sering kali menimbulkan iritasi. Gejala-gejalanya antara lain gatal-gatal, kulit memerah dan perih. Hal itu terjadi karena dengan melakukan waxing, pori-pori rambut akan lebih terbuka dan kuman dari bagian luar genital pun dapat masuk melalui pori-pori tersebut. Untuk mencegah atau mengatasinya, lakukan perawatan wajib sebelum dan sesudah waxing seperti berikut ini:

Sebelum waxing

  1. Jangan mencukur rambut kemaluan – Sebelum melakukan waxing, sebaiknya Anda menumbuhkan bulu-rambut kemaluan terlebih dulu agar rambut lebih mudah terangkat. Pastikan bulu-bulu mencapai panjang sekitar 5mm hingga 1,5cm.
  2. Perhatikan siklus menstrusi – Kulit lebih sensitif selama siklus menstruasi, jadi cobalah untuk melakukan waxing setidaknya lima hari sebelum dan sesudah Anda memasuki masa menstruasi.
  3. Minum obat penghilang rasa sakit – Mengonsumsi aspirin atau ibuprofen sekitar 30 menit sebelum melakukan waxing mampu meminimalisir rasa sakit. Hati-hati bila Anda memiliki alergi obat
  4. Lakukan pengelupasan kulit – Lakukan pengelupasan kulit dengan scrub pada malam atau pagi hari sebelum waxing. Cara ini dapat mengurangi sumbatan kotoran di pori-pori serta sel kulit mati sehingga dalam proses waxing, rambut lebih mudah terangkat dan hasilnya lebih maksimal.

Sesudah Waxing

  1. Hindari air panas – Jauhilah kontak dengan air panas selama 24 jam setelah waxing, karena pori-pori kulit masih sensitif dan mudah iritasi.
  2. Hindari penggunaan scrub – Jangan menggunakan scrub selama 2 hari setelah proses waxing untuk menghindari iritasi pada kulit.
  3. Hindari pakaian ketat dan sintetis – Kenakan pakaian yang longgar dan berbahan katun untuk menghindari gesekan dan iritasi pada kulit.
  4. Hindari berenang dan paparan matahari – Kandungan chlorine yang ada pada air kolam renang dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Sinar matahari langsung juga dapat mengiritasi kulit yang masih sensitif setelah proses waxing. Hindari paparan sinar matahari setidaknya 24 jam setelah waxing. Mencukur rambut kemaluan adalah salah satu anjuran dalam suatu agama. Bahkan disarankan bahwa anjuran ini sebaiknya dilakukan secara rutin, yaitu setiap 40 hari sekali. Anjuran ini berlaku bagi pria maupun wanita.

Sebagian orang mempertanyakan pentingnya praktik pencukuran ini, sebab dikaitkan dengan kejadian luka dan infeksi setelah mencukur, menghilangkan fungsi perlindungan alat kelamin dari debu/ kotoran lain, hingga adanya pendapat bahwa hal ini merepotkan dan tidak memberikan efek apapun.

Ternyata, dibalik latar belakang tuntunan agama, mencukur rambut kemaluan yang dilakukan dengan cara yang tepat dapat memberikan beberapa manfaat dari sisi kesehatan.

Manfaat mencukur rambut kemaluan bagi kesehatan :

  • Manfaat Kesehatan Mencukur Rambut Kemaluan
    Mencegah timbulnya bau tidak sedap karena partikel kotoran dan sel-sel kulit mati mudah dibersihkan.
  • Rambut kemaluan yang terlalu tebal akan mengganggu pembersihan organ kelamin karena menghalangi sampainya air pembasuh ke organ tersebut (misalnya pada saat mandi dan membasuh setelah berkemih bagi wanita).
  • Dari sisi seksual, rambut kemaluan yang dicukur akan memberikan penampilan yang rapi dan bersih sehingga mampu meningkatkan gairah untuk berhubungan seks.
  • Dengan mencukur rambut kemaluan, proses pembersihan produk kelenjar minyak/ keringat dapat dilakukan dengan sempurna. Bila produk kelenjar ini tersisa di area rambut, maka menyebabkan area tersebut lembab dan bakteri mudah berkembang biak (menyebabkan gatal, bengkak, kemerahan, dll)
  • Memastikan rambut kemaluan tetap tipis akan mencegah bersarangnya tungau/ kutu kelamin (jenis Phthirus pubis).

Namun, masih ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan saat mencukur rambut kemaluan.
Hal yang penting untuk diperhatikan adalah pastikan kebersihan alat-alat yang digunakan untuk mencukur/menggunting rambut kemaluan (paling baik pisau cukur sekali pakai), berhati-hati dalam melakukan proses pencukuran, bersihkan rambut dengan sabun selesai mencukur, serta gunakan antiseptik/krim antibiotik bila terdapat luka.

Cukup banyak manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dengan mencukur rambut kemaluan, disamping sekaligus menjalani anjuran agama bagi yang beragama Islam. Tidak perlu ragu untuk mencukur rambut kemaluan. Kebersihan sebagian dari iman, kebersihan adalah kunci kesehatan.

Tentang ukuran penis
Belum ada studi yang meneliti ukuran penis/mr.p rata-rata pria Indonesia, namun umumnya tidak jauh berbeda dengan ukuran penis/mr.p yang ditemukan pada satu wilayah regional Asia, yaitu 8-11 cm saat tidak ereksi dan 12-14 cm saat ereksi dengan diameter rata-rata sekitar 3,2 cm. Penis dianggap kecil (abnormal) jika panjangnya kurang dari 7,6 cm saat mengalami ereksi (mikropenis). Jadi, secara normal, ukuran penis saat tidak ereksi memang lebih pendek. Namun, pada orang yang lebih gemuk dapat secara semu terlihat ukuran penisnya terbenam karena lemak di daerah perut dan selangkangan. Dialnsir dari klikdokter.com

Terimakasih telah membaca! Semoga artikel “Cara dan Manfaat Mencukur rambut kemaluan” diatas dapat bermanfaat bagi Anda. Untuk Artikel lainnya mengenai kesehatan seksual pria dan wanita, Anda bisa mengunjungi laman Artikel.