Kesehatan memanglah sangat mahal. Bagi mereka yang menderita penyakit sangat menginginkan agar diri mereka bisa sehat kembali. Namun tetap saja mereka tidak bisa mendapatkan hal itu dengan hanya menggunakan uang yang sedikit. Itulah sebabnya kenapa kesehatan bisa dibilang mahal.

Kesehatan Memanglah Sangat Mahal

Kesehatan Memanglah Sangat MahalSekarang ini pemerintah Indonesia memang tengah merencanakan pengobatan yang bisa dibilang minim biaya dan bahkan gratis. Tapi itu hanya ditujukan pada golongan orang yang kurang mampu dalam segi perekonomian. Dan bagi mereka yang telah mampu secara ekonomi, tidak sepatutnya menginginkan pengobatan minim biaya tersebut. Itu sama halnya dengan mendoakan diri mereka sendiri untuk menjadi tidak mampu.

Kemudian, ketika para penerima pengobatan minim biaya tersebut telah mendapatkan kesehatannya kembali, maka persepsi untuk “selalu mengobatkan diri mereka ketika sakit” haruslah dihilangkan. Kenapa..? karena mereka akan seenaknya menggunakan hak mereka tersebut. Meski mereka hanya menderita penyakit ringan seperti panu, gatal, atau hanya lecet kecil akibat jatuh, kemudian meminta agar dirawat di rumah sakit dan jika keinginan tersebut tidak dikabulkan maka mereka akan mengumpat pemerintah lagi.

Persepsi yang perlu dihilangkan

Mereka yang seperti itu, sepenuhnya belum mengerti apa arti sehat yang sebenarnya. Yang mereka tahu hanya kalau sedang sakit dan mau sehat harus diperiksakan ke dokter atau rumah sakit. Tidak salah memang kalau penyakit bisa disembuhkan dengan pengobatan. Tapi menjaga kesehatan dengan tidak berbuat hal yang bisa membahayakan kesehatan dan bertidak secara hati-hati akan jauh lebih baik daripada harus sakit dan pada akhirnya harus memeriksakan diri lagi.

Kebiasaan sehat seperti berikut ini mungkin bisa dilakukan yang mungkin akan menimbulkan efek baik untuk kedepannya dan juga akan menekan pengeluaran biaya untuk kesehatan serta mengubah persepsi masyarakat tentang “kesehatan memanglah sangat mahal”.

  • Rajin berolahraga. Minimal seminggu sekali
  • Konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang
  • Menghilangkan kebiasaan merokok bagi perokok aktif. Dan bagi perokok pasif, sebisa mungkin untuk menghindari asap rokok
  • Menghindari alkohol dan juga narkoba
  • Berhati-hati dalam berkendara, patuhi rambu lalulintas, dan gunakan standar perlengkapan berkendara
  • Menciptakan suasana yang kondusif dengan orang lain
  • Satu lagi yang paling penting. Yaitu, tekun beribadah

Memang tidak sepatutnya kita menggunakan hak kita dengan senaknya. Kita juga perlu mempertimbangkan bagaimana pengaruhnya terhadap orang lain yang lebih membutuhkan. Ingat, “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah” yang artinya memberi lebih baik daripada menerima.

Dengan melakukan hal-hal positif seperti di atas dan juga masih banyak lagi, persepsi tentang “Kesehatan memanglah sangat mahal” bisa dengan sendirinya hilang. Bahkan kebutuhan akan pengobatan minim biaya pun bisa berkurang yang menyebabkan anggaran negara untuk kesehatan pun bisa ditekan dan dialihkan pada proyek pembangunan lainnya.