Sesuai judul diatas bahwa seks bisa memaksimalkan fungsi otak. Berbicara masalah seks, tidak melulu berbicara porno dan dewasa saja. Seks juga tidak melulu membahas organ vital dan kenikmatan sepasang kekasih yang melakukannya. Namun lebih dari itu. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa seks memiliki peran positif bagi otak yang tentunya jangka panjang memaksimalkan pentingnya arti kehidupan. Dibawah ini akan dijelaskan penyebab seks berperan dalam memaksimalkan fungsi otak.

Pertama, Seks itu bersifat menenangkan

     Penelitian sudah dilakukan terhadap hewan sebagai percobaan, yaitu tikus. Percobaan ini membuktikan bahwa tikus yang sering berhubungan seks cenderung tingkat stresnya menurun. Hal ini tentu berlaku juga untuk manusia. Seperti contoh, seseorang yang baru saja selesai melakukan hubungan seks, dia memiliki respon yang lebih baik ketika berada pada posisi tertekan sekalipun, misal dalam kondisi darurat atau kondisi berbicara di depan publik. Hal ini berbanding terbalik dengan orang yang jarang melakukan hubungan seks. Pelaku seks aktif juga mendapatkan keuntungan lain yaitu tekanan darahnya turun.

Kedua, Mendapatkan Tidur Nyaman

Pria yang baru saja menyelesaikan hubungan seks cenderung lebih cepat mengantuk dibanding wanita. Tidak lama kemudian tidur nyenyakpun terjadi. Hal ini terjadi karena bagian otak pada pria yang disebut dengan korteks prefrontal menurun setelah ejakulasi terjadi. Hal ini serupa dengan lepasnya oksitosin dan serotonin.

Ketiga, Daya ingat meningkat

Bukti ditunjukkan melalui penelitian seekor tikus yang rutin melakukan hubungan seks minimal sehari sekali. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2010 yang diketahui bahwa tikus yang aktif berhubungan seks memiliki syaraf lebih banyak di neuron di hippocampus, yaitu bagian otak yang mempengaruhi terkait daya ingat.

Keempat, Rasa sakit menghilang

Dalam kondisi sakit kepala, hubungan seks tidak boleh dilewatkan. Karena ada pengaruh positif yaitu rasa sakit kepala turun ketika seks dilakukan. Atau minimal gejala sakit kepala hilang. Peneletian di Jerman menunjukkan bahwa 60% peserta yang mengalami migrain dan 30% penderita sakit kepala akut yang melakukan hubungan seks terjadi perubahan yaitu sakit kepala berangsur turun entah itu sebagian atau total.

Kelima, seks mengurangi memori buruk

Setiap 7 dari 10.000 mengalami kehilangan ingatan mendadak. Lupa dalam beberapa menit atau beberapa jam sering terjadi setelah seseorang ejakulasi atau orgasme.

Keenam, Antidepresan hebat

Seks sebagai obat depresi ini terjadi terhadap pria maupun wanita yang sedang melakukan seks tanpa kondom. Selain memberikan kenikmatan yang lebih dibanding seks menggunakan kondom, di duga kandungan zat yang terdapat pada air sperma menjadi pemicu kemujaraban antidepresan. Zat tersebut misalnya seperti estrogen dan prostaglandin yang di duga mudah terserap dalam tubuh dan mempengaruhi otak lebih plong.

Ketujuh, Lebih pintar

Otak lebih pintar disebabkan karena aktif berhubungan seks. Di duga, ketika seseorang berhubungan seks maka akan membuat sel neuron dalam otak tumbuh. Selain itu saat terjadi ejakulasi dan orgasme akan membuat otak berpikir lebih jernih dan lebih fokus. Saat seks terjadi, ukuran hipocammpus dalam otak juga berkembang pesat.

Itulah alasan kenapa seks berperan besar untuk kebahagiaan seseorang karena pengaruhnya cukup untuk memaksimalkan fungsi otak. Semoga bermanfaat.