Obatoles123.com- Inilah Fakta Kenapa Toko  Obat Kuat di Pinggir Jalan Tetap Bisa Bertahan- Setiap melewati jalan sering ditemukan toko-toko yang menjual berbagai macam obat kuat atau obat dewasa. Biasanya toko tersebut memasang plang atau papan nama yang menunjukkan identitas tokonya untuk menarik calon pembeli. Pada umumnya papan nama toko obat kuat banyak terpajang foto-foto gadis seksi dan menarik. Hal ini bertujuan untuk mengambil fokus para pria yang sedang melintas. Dan tentu saja ini menjadi salah satu strategi penjualan yang dilakukan para pemiliki toko obat kuat  yang hingga sekarang masih menarik bagi calon pembelinya..

Obat kuat tidak pernah mati pembeli

Meskipun tampak sepi, ternyata toko obat kuat tidak selalu demikian realitanya. Pada umumnya toko obat kuat sudah lama berada pada satu lokasi dan terletak pada jalur ramai. Dan sekecil-kecilnya omset masih dianggap wajar sebuah toko untuk menjaga eksistensinya, misal keuntungannya tidak besar namun masih bisa menutupi modal.

Obat kuat tidak pernah mati pembeli karena seks pada dasarnya adalah kebutuhan manusia. Selama manusia bernafas seks tetap eksis. Untuk itulah obat kuat ini menjadi solusi untuk menjawab berbagai keluhan pria terkait gangguan seksualitas.

Pria pemakai obat kuat bervariasi

Para pemakai obat kuat bervariasi dari para sopir, pekerja kantoran, pejabat hingga para mahasiswa. Umumnya mereka adalah pria yang bisa dikategorikan pria nakal yang mayoritas suka jajan. Namun tidak sedikit para pembeli yang memang mengalami keluhan urusan ranjang secara pribadi atau untuk kebutuhan resmi bersama pasangan. Namun menurut beberapa survei pembeli lebih besar didominasi para pembeli untuk kepentingan tidak resmi yaitu untuk seks bersama pasangan non resmi.

Inilah dimanfaatkan para pria nakal dengan alasan sudah membayar mahal untuk membeli kepuasan ranjang, kenapa memanfaatkannya setengah-setengah. Dari alasan tersebut para pria banyak yang rela merogoh saku lebih dalam untuk menuruti urusan ranjang yang tidak bersama pasangannya. Salah satunya memberikan bagian untuk mendapatkan obat kuat pinggiran jalan.

Obat kuat menutupi logika

Banyak para pria membeli obat kuat yang peduli dengan kualitas dan keaslian barang. Hal bisa terjadi karena para pemakai obat kuat lebih mementingkan gambaran hasil yang akan dia peroleh bersama pasangannya. Selain itu penjual juga kurang peduli dengan keaslian obat kuat yang mereka jual, apakah obat itu asli atau palsu, berfungsi atau tidak, dan apa dampak buruk dari pemakain obat tersebut. Para penjual lebih fokus pada omset. Yang terpenting obat laku terjual.

Obat kuat yang dijual pada toko pinggir jalan tidak banyak yang terdaftar di BPOM. Selain pengaruh harga yang mahal dari produsen resmi, harga murah dengan jumlah pembeli yang besar menjadi salah satu alasan kenapa para penjual menjual dagangan obat kuat tanpa merk. Dari alasan inilah banyak para pembeli yang banyak menemukan problem setelah memakai obat kuat tersebut. Misal Mr.P tegang hingga 2 hari tak mau kembali kekondisi normal. Ada juga para pembeli yang merasa ketagihan untuk terus menerus menggunakan obat kuat yang mereka beli. Dan banyak dampak lain yang harus dipertimbangkan para pembeli obat kuat pinggir jalan.

Iklan gratis

Banyak obat kuat yang terlisensi di BPOM dijual dipasaran dengan iklan yang begitu menarik. Iklan tersebut bisa dibilang gratis namun langsung mengenai sasaran. Misal iklan obat kuat murahan yang setiap hari di update di berbagai media sosial dan juga iklan pinggiran jalan dengan cara paksa, misal iklan pada pohon-pohon pinggir jalan.

Media sosial memang dijadikan jalan beriklan obat kuat karena tidak membutuhkan modal yang besar. Asal punya android dan jaringan internet, gambar dan kata deskripsi obat kuat bisa di share langsung berbagai media sosial dan website di kelas kusus jual beli obat kuat. Meskipun banyak marketplace yang membatasi penjualan obat kuat, namun tak sedikit obat kuat pinggiran jalan di posting dan ditawarkan di sana.

Pada umumnya, obat kuat memang bisa menjawab kebutuhan para pria. Namun penjualan tanpa memperhatikan sterilisasi produk tentu membahayakan banyak pihak, terutama para penjual. Semoga bermanfaat.