sering buang air kecil

Sering buang air kecil (pipis) atau istilah jawanya sering disebut anyang-anyangen (kencing terus menerus) yang sangat mengganggu aktifitas sehari-hari. Khususnya apabila Anda hendak tidur, di angkutan umum, berkendara, dll yang mengharuskan Anda menahan ingin buang air kecil segera. Seringnya buang air kecil membuat Anda merasa kurang nyaman, tidak fokus pada kerjaan, dan fikiran hanya tertuju pada satu tempat yaitu (kamar mandi). Lalu, apa yang menyebabkan Anda sering buang air kecil pada setiap harinya?

Sering Buang Air Kecil, Apa Sebabnya?

Sering buang air kecil bisa disebabkan karena terlalu banyak minum ataupun karena kondisi medis (penyakit tertentu) yang tidak boleh disepelekan karena bisa menyebabkan suatu yang lebih parah daripada itu. Perlu Anda ketahui, pada normalnya, buang air kecil dalam sehari menghabiskan 4-8 kali atau sebanyak 1-1,8 liter. Akan tetapi, sebagian orang bisa buang air kecil melebihi frekuensi tersebut, bahkan perlu bangun di malam hari hanya untuk buang air kecil. Buang air kecil melebihi frekuensi normal untuk waktu yang lama dapat mengindikasikan berbagai kondisi medis tertentu.

Nah, untuk lebih jelasnya, mari ketahui bersama-sama penyebab apa saja yang membuat Anda sering buang air kecil secara lebih spesifik dan gejala lain yang ditimbulka selain kebanyakan minum dan kondisi medis tertentu yang sudah disebutkan di atas.

Gejala Penyebab Mengapa Sering Buang Air Kecil

Untuk mengetahui penyebab mengapa Anda sering buang air kecil terlebih dahulu sebelumnya Anda harus memastikan apakah memang terlalu banyak minum atau waktu minum Anda mendekati jam tidur sehingga terbangun di malam hari untuk buang air kecil. Bila tidak demikian, perhatikanlah gejala lain yang mungkin Anda rasakan.

Berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan Anda sering buang air kecil serta gejala lain yang mungkin menyertainya yang harus Anda waspadai :

1. Infeksi saluran kemih

Salah satu gejala mengapa Anda sering buang air kecil adalah adanya tanda-tanda Anda terkena Infeksi Saluran Kemih (ISK). Cara mendeteksi Anda mengalami ISK atau tidak adalah apabila Anda ingin selalu buang air kecil yang tidak dapat ditahan serta diiringi demam dan rasa tidak nyaman atau nyeri pada area perut dapat menjadi pertanda Anda terkena ISK.

2. Kandung kemih terlalu aktif (overactive bladder)

Overactive bladder adalah kondisi dimana otot kandung kemih berkontraksi tiba-tiba secara tidak terkontrol sehingga menyebabkan keinginan untuk buang air kencing walaupun kandung kemih belum penuh urine.

3. Infeksi ginjal

Sering buang air kecil gejala lain yang menyertainya adalah “infeksi ginjal”. Selain Anda mengalami sering buang air kecil, gejala yang ditimbulkan oleh infeksi ginjal antara lain adalah; sakit punggung, sakit pada pangkal paha, mual, muntah, diare, demam, serta badan terasa gemetaran.

4. Batu ginjal

Batu ginjal merupakan batu mineral yang terbentuk di dalam kandung kemih ketika urine terkonsentrasi. Gejala lainnya adalah kencing yang keluar sedikit-sedikit disertai rasa nyeri, bangun tidur di malam hari untuk kencing, sakit pada perut bagian bawah, terdapat darah pada urine atau warna urine berubah gelap maupun keruh.

5. Gangguan prostat

Gangguan prostat seperti pada pembesaran prostat dapat menekan uretra atau saluran kemih dan menutup aliran urine. Hal ini menyebabkan dinding kandung kemih mengalami iritasi. Akibatnya, kandung kemih menjadi mudah berkontraksi bahkan ketika hanya ada sedikit urine, sehingga sering muncul rasa ingin buang air kecil yang terus menerus.

6. Diabetes

Sering buang air kecil dengan jumlah urine yang tidak normal seringkali merupakan gejala diabetes. Hal ini disebabkan karena tubuh berusaha membersihkan glukosa yang tidak terpakai di darah melalui urine.

7. Stroke atau penyakit saraf

Kerusakan pada saraf yang berkaitan dengan fungsi kandung kemih dapat memicu seringnya buang air kecil pada seseorang.

8. Faktor psikologis

Salah satu yang menyebabkan buang air kecil terus menerus adalah kecemasan berlebihan yang berlangsung lama. Faktor psikologis biasanya dipengaruhi hormon yang terganggu. Misalnya kekhawatiran tentang keuangan, pekerjaan, sekolah, atau keluarga, tapi tidak dapat menjelaskan penyebabnya secara spesifik (gangguan cemas menyeluruh). Gejala selain sering buang air kecil yaitu jantung berdebar-debar, berkeringat, otot tegang, sulit tidur, mudah terkejut, mudah marah, sulit konsentrasi, gemetaran, mual, diare, sakit punggung, serta sakit kepala.

9. Kehamilan

Penyebab lain sering buang air kecil terus menerus adalah hamil. Pada awal kehamilan, uterus akan tumbuh dan menekan kandung kemih, sehingga menyebabkan sering buang air kecil terus-terusan.

Baca Juga : Ciri-Ciri Wanita Hamil – Gejala dan Tanda Awal Kehamilan

10. Mengonsumsi obat-obatan diuretik

Obat diuretik yaitu obat untuk tekanan darah tinggi atau penimbunan cairan di ginjal. Obat ini akan membuang cairan berlebih di dalam tubuh, mengakibatkan keinginan buang air kecil secara terus menerus.

11. Divertikulitis (peradangan pada dinding usus besar)

Gejalanya yaitu rasa nyeri yang berawal dari pusar dan bergerak ke perut bagian bawah, demam, sering buang air kecil yang disertai rasa nyeri saat kencing, dan pendarahan dari dubur.

Tambahan – Biasanya diperlukan pemeriksaan urine untuk mengetahui apakah ada senyawa abnormal dalam urine. Selain itu, mungkin juga dilakukan tes lainnya seperti tes pencitraan, tes neurologis, serta tes urodinamik.

  • Tes pencitraan seperti USG bertujuan untuk menampilkan gambar dari dalam tubuh
  • Tes neurologis bertujuan untuk memeriksa apakah ada gangguan saraf. Sedangkan,
  • Tes urodinamik berguna untuk memeriksa seberapa baik keadaan kandung kemih, sfingter, dan uretra.

Pengobatan Alami Untuk Mengatasi Sering Buang Air Kecil

Pengobatan untuk kondisi sering buang air kecil terus menerus adalah tergantung dari penyebab yang ditimbulkannya. Bila dikarenakan oleh infeksi, dokter biasanya akan memberikan antibiotik. Bila diabetes sebagai penyebab, maka penanganannya adalah mengontrol gula darah. Namun, apabila kondisi kecing terus menerus Kondisi kandung kemih terlalu aktif (overactive bladder) dapat dibantu dengan langkah-langkah berikut:

1. Melatih kandung kemih selama kurang lebih dua belas minggu

Cara melatihnya tergolong sederhana, yaitu mengendalikan jarak waktu buang air kecil. Hal ini dapat mengurangi frekuensi buang air kecil serta melatih kandung kemih untuk menyimpan urine lebih lama.

2. Mengubah pola makan

seperti menghindari konsumsi minuman keras, kafein, soda, tomat, cokelat, makanan pedas, serta pemanis buatan. Di samping itu, konstipasi juga dapat memicu seringnya buang air kecil. Perbanyaklah mengonsumsi makanan kaya serat dan cukupi kebutuhan air putih, tetapi sebaiknya menghindari minum ketika ingin tidur di malam hari.

3. Senam kegel

Senam kegel dipercaya dapat menguatkan otot di sekitar kandung kemih dan uretra, sehingga dapat mengurangi dorongan buang air kecil. Mengendalikan kandung kemih dapat dilakukan dengan latihan yang berfokus pada panggul selama lima menit. Lakukan latihan ini setidaknya tiga kali dalam sehari.

4. Akupuntur

Terapi akupuntur dipercaya dapat membantu wanita mengatasi masalah sering buang air kecil dengan memanipulasi titik akupuntur tertentu.

Jika Anda mencurigai seringnya buang air kecil yang dialami disebabkan oleh kondisi medis tertentu, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Terlebih lagi, ketika terdapat darah pada urine atau urine berwarna keruh.