sperma-sedikit
sperma-sedikit

sperma sedikit

          Apa jadinya ketika berhubungan dengan pasangan tiba-tiba pasangan kecewa karena menyadari jika sperma yang dikeluarkan Mr.P terlalu sedikit. Apalagi jika pasangan wanita sudah lama mendambakan momongan dan belum juga hamil. Air mani yang keluar dalam volum besar tidak menjamin jumlah sperma yang banyak. Menurut WHO (world healt Organisation) dijelaskan bahwa setiap mililiter cairan semen (yang disebut air mani) yang dikeluarkan mengandung sekitar 20 juta ekor sperma. Kurang dari jumlah tersebut bisa dikatakan bahwa pria tersebut diragukan kesuburannya.

      Proses produksi sperma sendiri melalui tahapan yang sangat kompleks karena melibatkan sistem tubuh seperti testis (tempat produksi sperma), hipofisis (organ otak yang memberikan perintah agar sel sperma diproduksi) dan juga hipotalamus dalam otak. Ketika sel sperma berhasil diproduksi maka akan bercampur dengan cairan semen yang disebut mani saat dikeluarkan melalui lubang ujung penis.

Sperma yang dikeluarkan dan berhasil masuk di rahim maka bertemu dengan sel telur dalam saluran telur tersebut. Namun hanya ada satu sel sperma yang berhasil membuahi sel telur tersebut. Itupun sel sperma dengan kondisi paling prima.

Ada beberapa faktor penyebab sperma diproduksi terlalu sedikit seperti pola hidup, umur dan lingkungan dan keturunan.

Pola hidup

  1. Makanan

Makanan sangat berpengaruh terhadap produksi sel sperma. Misal makanan yang mengandung banyak asam amino seperti putih telur, selada air dan ikan nila dan zinc seperti tiram, cokelat, daging sapi dipercaya bisa meningkatkan jumlah sperma pria. Ketika seorang pria hanya sedikit mengkonsumsi makanan yang sedikit mengandung zinc dan asam amino tentu berpengaruh terhadap jumlah sel sperma yang diproduksi.

  1. Minuman berakohol.

Minuman berakohol menurunkan jumlah produksi sperma karena minuman tersebut dapat menurunkan jumlah hormon testoteron pada pria.

  1. Pekerjaan

Pekerjaan dengan tekanan tinggi akan berpengaruh terhadap jumlah sperma yang diproduksi karena pekerjaan tersebut meningkatkan hormon kortisol penyebab stres. Tingkatan stres seorang pria akan mempengarahi sistem kerja otak terhadap hipofisis (bagian otak yang menggerakkan terproduksinya sel sperma).

  1. Lemak

Tubuh seorang pria yang mengalami kegemukan karena terdapat banyak lemak bisa mempengaruhi kesuburan pria. Pria gemuk cenderung memiliki sperma yang lemah dengan ciri susah berenang dalam cairan semen dan tidak stabil. Para peneliti menemukan bahwa 155 pria yang tergolong obesitas memiliki sedikit sperma yang mampu berenang dengan gesit dan mampu berpindah tempat dibandingkan dengan pria yang berat badannya normal. Selain itu Pria gemuk juga cenderung memiliki kadar neutral alpha glucosidase(NAG), yakni enzim yang dikeluarkan oleh cairan epididimis, yang menandakan apakah sebuah sel sperma matang dan dapat berenang. Kadar NAG dalam cairan mani bisa menjadi pertanda baik buruknya fungsi epididimis.

 Faktor lingkungan

  1. Sering bekerja yang berkaitan dengan logam berat dan sinar x (misal dipabrik tambang dan pabrik kimia) akan mempengaruhi jumlah sperma yang diproduksi.
  2. Suhu panas disekitar testis

Ada beberapa kebiasaan yang menyebabkan suhu disekitar testis panas, seperti sering mandi air panas, memangku laptop terlalu sering dengan intensitas lama dan memakai celana ketat.

3.Kondisi Kesehatan

  1. Infeksi

Kondisi infeksi semisal infeksi saluran kemih dan prostatitis akan mempengaruhi berjalannya saluran sperma karena luka parut yang ditimbulkan.

  1. Varikokel (pembengkakan pada pembuluh darah testis).

Pembengkakan pembuluh darah pada testis mengurangi pendinginan pada testis sehingga mengurangi jumlah produksi sperma atau sperma diproduksi namun memiliki gerakan yang lambat.

  1. Kelainan pada hormon

Ketika seorang pria mengalami kelainan pada sistem tiroid dan andrenal maka menyebabkan rusaknya produksi sperma pada testis.

  1. Obat-obatan yang dikonsumsi

Obat-obatan yang dikonsumsi pria seperti obat anti jamur, obat kanker, obat terapi testosteron yang dikonsumsi dalam jangka panjang akan berdapat negatif terhadap proses produksi sperma dan mengurangi jumlahnya.

  1. Gangguan pada saluran sperma

Ketika seorang pria mengalami cidera atau kelainan pada sekitar testis atau pada testis itu sendiri, maka saluran sperma akan tersumbat.

Melihat 3 faktor penyebab sperma terlalu sedikit diatas, tentunya seorang pria harus bijak menjaga diri agar kendala produksi sperma sedikit bisa teratasi dengan cara menjaga pola hidup sehat, menjaga agar terhindar dari berbagai penyakit yang mempengaruhi produksi sperma dan mengkonsumsi makanan sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.