bersepeda-berlebih-bisa-mempengaruhi-kesuburan

Bersepeda merupakan kegiatan yang menyenangkan. Tidak hanya sebagai sarana transportasi yang murah, kegiatan bersepeda juga mampu menyehatkan dan juga ramah lingkungan. Banyak orang memanfaat kegiatan bersepeda ini untuk pergi ke sekolah, ke kantor, dan berolahraga. Di Denmark telah di lakukan penelitian manfaat bersepeda, dan hasilnya bersepeda mampu mengurangi 40% resiko kematian, Baik wanita maupun laki laki (Archives of Internal Medicine, 2000). Namun tahukah bahwa dibalik manfaat seperti yang dijelaskan di atas, bersepeda berlebih bisa mempengaruhi kesuburan alat vital pria maupun wanita.

Bersepeda Berlebih Bisa Mempengaruhi KesuburanBersepeda Berlebih Bisa Mempengaruhi Kesuburan – Seorang pria yang terlalu aktif bersepeda dapat mengalami disfungsi ereksi atau yang biasa disebut impotensi. Pria yang terlalu sering mengendarai sepeda, sekitar 290 kilometer per minggu, cenderung memiliki kualitas dan kuantitas sperma yang lebih buruk dari sekelompok pria sehat yang jarang bersepeda.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa bersepeda lebih dari 5 jam perminggu bisa meningkatkan risiko pada seorang pria terkena impotensi. 30% dari pengendara sepeda laki-laki mengalami impotensi dan hampir semua pengendara sepeda mengalami rasa sakit atau mati rasa di daerah kelamin ketika bersepeda dalam jangka waktu yang lama.

Dr Andri Wanananda MS dalam konsultasinya dengan detikHealth menyatakan bahwa karena penggunaan sadel yang terlalu lama dan disertai dengan suhu panas di selangkangan saat mengayuh sepeda ada kemungkinan penis akan mengalami kesemutan akibat adanya iritasi pada batang penis.

Di samping itu, wanita juga bisa memperoleh dampak buruk dari terlalu seringnya bersepeda. Misalnya ketika wanita duduk di sepeda, saraf dan pembuluh darah pada area kewanitaan akan tertekan. Para peneliti menyimpulkan kalau kebanyakan hal ini disebabkan oleh desain sadel atau dudukan sepeda yang kurang baik.

Selain itu, posisi setang pada sepeda juga bisa mempengaruhi kesuburan wanita. Semakin rendah posisi setangnya, maka akan semakin menciptakan tekanan besar pada daerah organ kelamin. Kondisi ini menyebabkan mati rasa yang mengarah pada disfungsi seksual.

Kaum wanita sebaiknya menghindari olahraga bersepeda ekstrim seperti downhill atau free-riding, karena hentakan dan guncangan yang terjadi
selama melakukan hal ekstrim tersebut akan sangat berpengaruh terhadap kemaluan serta rahim.

Untuk menghindari hal-hal buruk selama bersepeda, bisa dilakukan dengan cara berikut ini:

  1. Tidak bersepeda lebih dari 5 jam seminggu
  2. Tidak menggunakan sadel atau dudukan sepeda yang runcing pada bagian depannya. Dengan tujuan menghindari gangguan fungsi seksual.
  3. Mengganti sadel jika memang sudah tidak terasa nyaman
  4. Memposisikan sadel agar tidak terlalu tinggi karena sadel yang terlalu tinggi menyebabkan pergeseran berat badan yang mengakibatkan iritasi pada daerah Perineum (area di sekitar anus yang bertanggung jawab terhadap fungsi seksual tubuh). Selain itu, perubahan posisi sadel sedikit saja juga bisa membuat kemaluan terasa sakit.
  5. Gunakan celana bersepeda yang memiliki bantalan (padded) sehingga dapat mengurangi benturan ke daerah testis.
  6. Hindari memilih rute dengan medan berbatu yang berpotensi menimbulkan goncangan dan hentakan antara sadel dan badan. Dan jika memang terpaksa melawatinya, saat terjadi goncangan posisikan dengan sedikit mengangkat badan sehingga benturan tidak langsung diteruskan ke badan.

Meskipun memiliki banyak manfaat, bersepeda juga bisa membahayakan kesehatan jika dilakukan terlalu sering, seperti artikel diatas tentang “Bersepeda Berlebih Bisa Mempengaruhi Kesuburan”. Dan juga bersepeda merupakan salah satu olahraga yang cocok untuk orang gemuk. Merekapun tidak harus melakukan olahraga ini terlalu berlebihan.