mitos masturbasi pada pria yang menyesatkan

Mitos Maturbasi Paling Menyesatkan Sepanjang Sejarah

Masturbasi merupakan segala aktivitas perangsangan seksual terhadap alat reproduksi yang menyebabkan kepuasan seksual. Banyak mitos masturbasi yang beredar di masyarakat, namun juga terkadang hal itu tidak benar secara medis.

"Benar gak sih, kalo semakin sering onani, nantinya penis jadi semakin besar?"

"Benar gak sih, kalo semakin sering onani, dengkul nanti jadi kopong?"

"Benar gak sih, kalo semakin sering masturbasi, badan bisa jadi cepat tinggi?"

Demikianlah, banyak persepsi yang didasari mitos yang menyesatkan. Ketahuilah tidak semua pernyataan diatas adalah benar. Agaknya, dewasa ini masyarakat banyak beredar mitos-mitos mengenai masturbasi dan dampaknya. Berikut adalah beberapa penjelasan secara medis dari mitos-mitos tersebut.

1. Masturbasi memperbesar atau memperpanjang ukuran penis?

Benarkah semakin sering masturbasi, nantinya ukuran penis akan semakin membesar?

Tidak benar

Masturbasi memperbesar/memperpanjang ukuran penis Hal ini tidak benar. Memang belum ada studi yang meneliti ukuran penis rata-rata orang Indonesia, dan tidak ada hasil pengukuran yang benar-benar pasti.

Namun, dari berbagai sumber, dapat disimpulkan bahwa pada umumnya ukuran penis yang ditemukan pada satu wilayah regional Asia, yaitu 8-11 cm saat tidak ereksi dan 12-14 cm saat ereksi dengan diameter rata-rata sekitar 3,2 cm dan ukuran lingkaran penis pada saat ereksi mencapai 8-9 cm. Ukuran ini berkaitan dengan informasi genetik seseorang dan tidak dapat dimanipulasi dengan cara-cara tertentu.

2. Masturbasi mempengaruhi tinggi badan?

Tidak benar

Pertumbuhan tinggi badan seseorang berkaitan dengan informasi genetik dari kedua orang tuanya, faktor nutrisi dan rangsangan aktivitas fisik.

Faktor genetik merupakan prediktor pasti perkiraan tinggi badan seseorang. Sedangkan, nutrisi dan rangsangan aktivitas fisik dapat membantu merangsang pertumbuhan tinggi badan selama masa pertumbuhan.

Penambahan tinggi badan dapat dilakukan apabila lempeng pertumbuhan yang terdapat di tulang panjang masih terbuka. Lempeng tersebut terbuka pada saat usia pubertas dan pada tulang panjang yang mempengaruhi tinggi badan baru akan menutup pada usia 18-21 tahun pada pria.

3. Masturbasi mempengaruhi berat badan?

Tidak benar

Masturbasi menyebabkan tubuh kurus, hal ini adalah salah satu mitos masturbasi yang tidak benar. Berat badan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti nutrisi dan aktivitas. Asupan kalori yang berlebihan dan rendahnya aktivitas fisik dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan seseorang menjadi gemuk.

Sebaliknya asupan kalori yang sedikit dan aktivitas fisik yang tinggi dapat menyebabkan penurunan berat badan.

Beberapa penelitian terbaru juga menunjukkan adanya pengaruh faktor genetik yang mempengaruhi hormon tertentu sehingga membuat seseorang menjadi lebih gemuk daripada yang lain.

4. Masturbasi menyebabkan kemandulan?

Tidak benar

Pada pria normal, sel sperma matang yang terbentuk dapat mencapai jumlah ratusan juta setiap harinya. Dalam 2, 75 ml cairan mani dapat mengandung 180-400 juta sel sperma.